Jurnal Bangda Simpurusiang https://jbs.luwuutarakab.go.id/index.php/jbs <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Pembangunan Daerah</span></span></span></span></span></span></span></span></p> Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Luwu Utara en-US Jurnal Bangda Simpurusiang 2621-3508 Faktor-Faktor Penyebab dan Strategi Penanggulangan Angka Putus Sekolah di Kabupaten Luwu Utara https://jbs.luwuutarakab.go.id/index.php/jbs/article/view/2 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran angka putus sekolah, faktor-faktor penyebab anak putus sekolah, dan strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi anak putus sekolah di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, pedoman wawancara, lembar angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Angka putus sekolah APS SD/MI = 0,05%, APS SMP/MTs = 0,10%, dan APS SMA/MA/SMK =&nbsp; 0,30%; angka partisipasi kasar APKSD/MI = 100,31%, APKSMP/MTs = 100,02%, dan APKSMA/MA/SMK = 90,01%; dan angka partisipasi murni APMSD/MI= 99,99%, APMSMP/MTs= 92,12%, dan APMSMA/MA/SMK= 68,37% (2) faktor penyebab anak putus sekolah di&nbsp; Kabupaten Luwu Utara adalah: faktor ekonomi, pendidikan orang tua, faktor lingkungan (lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat), faktor budaya, dan faktor minat serta motivasi anak itu sendiri; (3) strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi anak putus sekolah di Kabupaten Luwu Utara adalah: advokasi, pemberian beasiswa,&nbsp; pemeliharaan/pemanfaatan ruang kelas, penambahan/ pemeliharaan fasilitas belajar, penambahan RKB dan USB, penambahan/perbaikan sarana dan prasarana, model-model sekolah (sekolah kunjungan, SD-SMP satap, sekolah terapung, sekolah kecil), dan kejar paket.</p> Sidin Ali Hamsah Nur ##submission.copyrightStatement## 2018-05-28 2018-05-28 1 1 20 20 Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara https://jbs.luwuutarakab.go.id/index.php/jbs/article/view/3 <p>Saat ini produktivitas kakao nasional masih cukup rendah hanya berkisar 600-800 kg/ha sementara potensi produksi dapat mencapai lebih dari 1 ton/ha. Salah satu penyebab turunnya produksi kakao adalah infeksi penyakit busuk buah kakao (BBK) dan Kanker Batang Kakao yang disebabkan oleh patogen <em>Phytophthora palmivora</em>. Penyakit tersebut sangat penting dikendalikan karena dapat menyebabkan kehilangan hasil kakao dari 30% sampai 90% khususnya pada kondisi kelembaban kebun yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan di kebun petani di Desa Palandan Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, berlangsung dari bulan April sampai Juli 2017.&nbsp; Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas fungisida alami Phymar C SL dalam pengendalian penyakit busuk buah kakao dan penyakit kanker batang kakao (<em>Phytophthora palmivora</em>). Metode percobaan lapangan untuk pengendalian penyakit busuk buah menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yaitu : FP 1 (Phymar C SL 5 ml/L air), FP 2 (Phymar C SL 10 ml/L air), FP 3 (Phymar C SL 15 ml/L air), FP 4 (Phymar C SL 20 ml/L air) dan kontrol, setiap perlakuan menggunakan 16 pohon kakao dengan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan.&nbsp; Sedangkan untuk penyakit kanker batang terdiri dari 6 perlakuan&nbsp; yaitu : PH 1 (Phymar C SL 5 ml/L air), PH 2 (Phymar C SL 10 ml/L air), PH 3 (Phymar C SL 15 ml/L air), PH4 (Phymar C SL 20 ml/L air), PH 5 (Phymar C SL murni/tanpa pengenceran) dan kontrol (tanpa Phymar C SL).&nbsp; Setiap perlakuan menggunakan 6 pohon kakao dengan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk penyakit busuk buah kakao perlakuan fungisida alami Phymar C SL konsentrasi 20 ml/L air sangat efektif menurunkan intensitas serangan penyakit busuk buah kakao dari serangan ringan sampai sangat berat (36,43 % – 78,57 %) menjadi serangan ringan yaitu hanya sebesar 6,43 % , sedangkan untuk penyakit kanker batang, fungisida alami Phymar C SL sangat efektif menyembuhkan penyakit kanker batang kakao pada konsentrasi tanpa pengenceran dan 20 cc/l air dengan kesembuhan penyakit kanker batang 100 % masing – masing dalam 2 dan 4 hari.</p> Mariadi Mariadi Terry Pakki Gusnawaty Gusnawaty Nuriadi Nuriadi Saniwu Saniwu ##submission.copyrightStatement## 2018-05-28 2018-05-28 1 1 18 18 Kajian Pengembangan Lingkungan Sehat di Kabupaten Luwu Utara https://jbs.luwuutarakab.go.id/index.php/jbs/article/view/kajian%20lingkungan%20sehat <p>Lingkungan Sehat adalah salah satu aspek pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran sanitasi lingkungan, (2) upaya-upaya yang dilakukan masyarakat, (3) faktor pendukung dan penghambat pengembangan lingkungan sehat, dan (4) rumusan kebijakan pengembangan lingkungan sehat&nbsp; di Kabupaten Luwu Utara. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei. Wilayah penelitian dipilih dengan metode purpossive sampling. Responden penelitian sebanyak 200 kepala keluarga dipilih dengan metode Systematic random sampling. pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan memberikan kuesioner kepada responden.&nbsp; Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.&nbsp; Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Sanitasi lingkungan kecenderungannya sudah baik, namun masih perlu ditingkatkan; (2) Upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengembangkan&nbsp; lingkungan sehat sudah baik, namun masih banyak aspek lingkungan yang perlu ditingkatkan; (3) Faktor pendukung dalam pengembangan&nbsp; lingkungan sehat adalah: motivasi, sikap, subsidi pemerintah,&nbsp; pendapatan msyarakat yang baik, dan budaya hidup bersih; (4) Faktor penghambat pengembangan&nbsp; lingkungan sehat adalah: tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat yang rendah, serta budaya hidup masayarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan; (5) Strategi yang dilakukan untuk mengembangkan lingkungan sehat&nbsp; secara berkelanjutan adalah: (a) melakukan penyuluhan lingkungan, (b) memberikan pelatihan dan percontohan sanitasi lingkungan yang sehat, (c) memberikan subsidi pada masyarakat untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, terutama bagi masyarakat yang tingkat pendidikan, penadapatan rendah, serta masyarakat yang kurang pedui terhadap lingkungan yang sehat.</p> Muhamad Ardi Faizal Amir Marsus Suti Muhammad Awaluddin Ardiansa ##submission.copyrightStatement## 2018-05-28 2018-05-28 1 1 9 9 Kajian Dampak Ekonomi Pengalihan Kewenangan Pengelolaan Tambang Bukan Logam di Kabupaten Luwu Utara https://jbs.luwuutarakab.go.id/index.php/jbs/article/view/4 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: gambaran tentang kegiatan penambangan bukan Logam, dampak kegiatan penambangan bukan logam terhadap kondisi sosial masyarakat, dampak kegiatan penambangan bukan logam terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah dan harapan masyarakat serta pengelola tambang bukan logam terhadap pemerintah di Kabupaten Luwu Utara, metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan responden pengelola tambang bukan logam dan masyarakat disekitar pengelolaan. Hasil penelitian menujukkan bahwa matrial yang dikelola pasir, sirtu, kerikil/ cipping, dan&nbsp; batuan; lama beroperasi bervariasi antara 5 tahun sampai lebih dari 15 tahun dengan jumlah tenaga kerja antara 10 sampai lebih dari 15 orang, menggunakan alat berat, dengan upah di atas UMR dan telah mengikuti aturan undang-undang ketenagakerjaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengelolaan tambang bukan logam berpengaruh secara signifikan dalam memperbaiki kondisi sosial budaya masyarakat, masyarakat tidak merasa terganggu, menjadikan normalisasi pengaliran air sungai,. Selain itu memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan. mengurangi pengangguran, kemudian terjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui restribusi pengelola. Masyarakat mengharapkan agar: pengelolaan tambang tidak mengikis tanah di sepanjang sungai. memberikan bantuan perbaikan infrastruktur dan rumah ibadah, menggunakan tenaga kerja lokal, kemudian pengelola berharap: izin penambangan dipermudah, menentukan pengelolaan tambang melalui Perda yang tidak merugikan pengusaha; Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini merekomendasikan untuk meninjau kembali UU No 23 Tahun 2016 Tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan kewenangan perizinan pertambangan bukan logam ke Provinsi agar ditarik kembali ke Kabupaten/Kota.</p> Wasir Thalib Alimuddin Alimuddin ##submission.copyrightStatement## 2018-05-28 2018-05-28 1 1 12 12 Kajian Strategi Kebijakan Pembangunan Kepemudaan di Kabupaten Luwu Utara https://jbs.luwuutarakab.go.id/index.php/jbs/article/view/5 <p>Strategi dan kebijakan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Luwu Utara adalah mendorong dan mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang bersifat positif, mengadakan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pemuda, menyediakan akses pendidikan yang lebih besar bagi pemuda yang hendak melanjutkan pendidikan, mendorong aktivitas-aktivitas di bidang olahraga dan keagamaan, dan mendorong kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan organisasi-organisasi kepemudaan setempat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum kepemudaan, faktor penyebab penghambat pembangunan kepemudaan, faktor yang mempengaruhi kurangnya prestasi pemuda, faktor pendukung pembangunan kepemudaan dan strategi kebijakan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Luwu Utara. Kajian dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan dari bulan April sampai bulan Juli 2017. Analisis data menggunakan Analisis SWOT. Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Luwu Utara antara lain adalah penyediaan sarana kepemudaan oleh pemerintah daerah, tingkat populasi pemuda yang tinggi, tingkat keikutsertaan pendidikan yang tinggi, dan adanya dukungan dari pemerintah.</p> Indrianty Sudirman Muhammad Aminawar Andi Samsu Alam Iin Karita Sakharina Muhammad Darwis Muhammad Erik Kurniawan ##submission.copyrightStatement## 2018-05-28 2018-05-28 1 1 19 19